Dibalik Jendela

Pemilik blog ini punya nama biasa saja, Eka Wahyuni. Sebenarnya terdiri dari tiga kata, tapi ia lebih sering menggunakan dua nama depannya. Terlalu rumit jika harus semua, ujarnya. Ah, sapa saja dengan panggilan Yuni, tapi bukan terlahir di bulan Juni.

Tidak seperti sebagian besar rekannya yang akan berkata dengan terbata bahwa mereka berasal dari kota minyak, tanpa malu, bahkan dengan bangga ia akan memberitahu semua orang bahwa ia berasal dari sebuah salah satu pelosok Indonesia. Namanya Tanah Grogot, sebuah kota yang berada di pojok selatan Kalimantan Timur. Saat ini pemilik blog sedang menempuh kuliah S1 di Sastra Inggris Universitas Brawijaya, Malang. Sesekali ia menjadi mahasiswi sok sibuk dengan mengikuti kegiatan kampusnya, atau sekedar berdiam diri didalam kamar, bersenandung ria sembari menyelesaikan proses menjahit boneka-boneka kreasinya.

Penulis senang dengan kegiatan sosial karena bisa melatih rasa empati dan simpatinya yang tumpul. Tapi sejujurnya ia lebih senang berdiam diri didalam kamar, terpekur di meja belajar sambil membaca fiksi fantasi yang disukai, atau sekedar sibuk mencoreti sketchbook dengan desain-desain pakaian yang baru. Tak suka keramaian, ujarnya. Apalagi hanya sekedar berkumpul dengan banyak orang hanya untuk berbincang omong-kosong. Tak ada gunanya.

Tulisan-tulisan disini hanyalah tulisan murahan. Seringkali penulis mengalami writer’s block sehingga blog ini menjadi tidak teracuhkan. Walau kadangkala penulis membiarkan imajinasi liarnya tumpah di blog Not Your Heaven.

Penulis juga punya akun sosmed, sama seperti generasi millenial lainnya. Cukup ketikkan namanya di Google, maka akan ditemukanlah semuanya.

 

One thought on “Dibalik Jendela

  1. Pingback: Mencoba Kembali « Unspeakable

Comments are closed.